Aktivis Sebut Oknum Anggota DPR RI Diduga Ikut Rampok Program BPNT, Polisi Tutup Mata

Aktivis Sebut Oknum Anggota DPR RI Diduga Ikut Rampok Program BPNT, Polisi Tutup Mata
Gambar: Dirfan Susanto , ( via WhatsApp)

MAKASSAR - Mencuatnya nama Oknum anggota Dewan ikut menikmati fee dalam program BPNT di kementerian sosial, Ditanggapi sebagai catatan hitam reputasi buruk lembaga perwakilan rakyat di negeri ini. 

Nama Syamsul Niang (Anggota Dewan DPR.RI. Partai PDIP), Dikatakan mencuat di beberapa daerah penyaluran BPNT seperti Kabupaten Bone, Jeneponto, Soppeng dan Bulukumba Serta Kabupaten lainnya. 

Hal ini dikatakan oleh salah seorang aktivis bernama Dirfan Susanto yang dirinya juga minta disebut Dirfan Sontoloyo pada Media ini (Via Phone) Minggu, (9/5/2021)

Dia memaparkan bahwa nama Syamsul Niang diduga ikut serta merampok karena kuat dugaan terlibat ikut menikmati fee hasil uang haram program tersebut. 

Dirinya beralasan kerap mendengar nama beliau (Syamsul Niang.Red.) disebut oleh beberapa supplier dan korda (koordinator Daerah) atau pendamping. 

"Seperti Supplier Kabupaten Bone dan Pare Pare bernama Lukman dan juga A. Arif salah seorang anggota dewan di kabupaten Bone", Ungkap Dirfan

Dirfan memaparkan keduanya (Lukman dan A.Arif sering menyebut bahwa adanya program BPNT ini karena hasil perjuangan Syamsul Niang.

"Maka wajar jika ada setoran sejumlah dana dari supplier sebagai tanda terima kasih atas bantuan yang telah merekomendasikan atau memperjuangkan kami untuk jadi supplier dalam program Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) tersebut", Ungkap Dirgan Meneruskan kalimat salah seorang dari mereka

Dirfan menambahkan bahwa dugaan keterlibatan Anggota Dewan DPR RI sebagaimana yang di maksud, itu jelas dan bisa kita lihat fakta diantaranya
dari beberapa pengakuan supplier Jeneponto bahwa kehadiran Syamsul Niang dalam program ini, itu karena di fasilitasi oleh Kader PDIP Kabupaten Jeneponto kalah itu. 

"Kemudian dengan ikut campur Andi Irwan salah satu LO yang berasal dari Soppeng, Dimana Andi Irwan ini banyak bergerak kebeberapa daerah merekomendasikan supplier dan penambahan supplier di setiap kabupaten dan kemudian menujuk orang orangnya masuk menjadi supplier", Jelas Dirfan 

Lebih Lanjut, Dirfan  
menegaskan bahwa dirinya pernah diminta Lukman untuk jadi supplier di kabupaten Bone dengan komitmen harus membayar sejumlah setoran ke PDIP atau Syamsul Niang dan Tim Krimsus Polda melalui Lukman. 

Tidak hanya itu Kata Dirfan, Oleh Lukman, Dirfan mengakui pernah memintai agar bisa men-beckup Lukman dari kritikan teman teman media dan LSM dan Aktivis di Bone. 

"Tapi saya pada waktu itu menolak permintaan Lukman dengan mengatakan saya ke Bone bukan untuk bertuan kepada Syamsul Niang dan Polda, Tapi saya ke Bone karena melihat saudara Lukman adalah sahabat atau saudara saya yang perlu saya bantu, tapi kalau saya disuruh bertuan dan bekerja untuk kepentingan orang orang biadab itu saya nyatakan tidak mau alias tidak bisa", Tegas Dirfan 

"Tak hanya sampai disitu teman teman bicara persoalan bahwa sulit di buktikan adanya penyalagunaan kewenangan dan adanya pemungutan fee yang di lakukan oleh  oknum Anggota Dewan, ya itu dalil yang bodoh", Kata Dirfan 

"Saya katakan, kenapa..? Sederhana pembuktiannya ketika benar benar penegak hukum ingin menegakan hukum, mari kita tinggal turun aja di lapangan pada saat mereka lakukan penyaluran, terus tinggal kita periksa supplier masing masing kabupaten dan cek rekening koran mereka", Ajak Dirfan

"Kemudian saya masih menyimpan beberapa rekaman dari mereka. Cuma hari ini, penegakan hukum khususnya Polda saya nilai pilih dan pilah pilah kasus atau supplier yang mereka mau periksa.Tapi persoalan itu saya rasa tidak perlu saya telanjangi teman teman kepolisian khususnya Dir Krimsus Polda Sul-Sel. Cukup saya yang tahu dan berharap mereka sadar dan membuka mata saja. 

"Contoh hari ini, publik harus pertanyakan sudah sejauh mana hasil pemeriksaan dugaan korupsi supplier Jeneponto terkait peredaran dan penjualan ikan kaleng merk biltang dan lainnya, sudah sampai dimana hasil pemeriksaan korda dan supplier Takalar terkait dugaan mark up dan tindak pidana korupsi pada program BPNT", Tanya Dirfan 

Belum lagi Ungkapnya, Beberapa kasus dugaan korupsi misalnya kabupaten Bone yang hari ini terkesan di ulur ulur oleh penegak hukum. 

"Tapi Insya Allah, Usai lebaran saya akan temui Bapak Kapolda Sul-Sel
untuk diskusikan terkait beberapa kasus, khususnya kasus BPNT ini. Sambil terus melakukan komunikasi ke mabes  Polri. Tegas Dirfan Susanto.

Saya berjanji akan membongkar semua kasus BPNT secara terang benderang", Pungkas Dirfan (***)

Aktivis BPNT
Ryawan Saiyed

Ryawan Saiyed

Previous Article

100 Hari Kapolri, Peneliti LIPI: 100 Hari...

Next Article

Andi Sudirman Sulaiman Dorong PT KIMA Kembangkan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Suhardi

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 78

Postingan Tahun ini: 221

Registered: Apr 15, 2021

siswandi

siswandi

Postingan Bulan ini: 48

Postingan Tahun ini: 199

Registered: Apr 13, 2021

Eka Putra

Eka Putra

Postingan Bulan ini: 45

Postingan Tahun ini: 120

Registered: Apr 16, 2021

Yulistar

Yulistar

Postingan Bulan ini: 37

Postingan Tahun ini: 113

Registered: Apr 15, 2021

Profle

Ryawan Saiyed

Terdakwa Agung Sucipto, JPU Tanya Saksi Peran NA, Asdar Akbar: Sidang Aneh
Anggota DPR RI Azikin Solthan Minta Kementan  Distribusikan Alsintan ber-SNI 
Akhirnya Pembunuh Mantan Istri Buron Selama 66 Bulan Berakhir Di Tangan Team Opsnal Polsek Pinggir
Waspada Pencurian Sepeda Motor di Bengkalis, MS Gasak Yamaha Jupiter Saat Parkir Tanpa Kunci Ganda

Follow Us

Recommended Posts

Dukung Program Presiden Vaksinasi 1 Juta 1 Hari,  Kapolri-PanglimaTNI-Menkes RI Pantau Penyuntikan
Polda Sulsel Ungkap Mayat Terbakar di Maros Adalah Korban Pembunuhan
Lantik Kapolres Gowa dan Bulukumba, Kapolda Sulsel Harap Dapat Memimpin Secara Visioner Arif dan Bijaksana
Anggota Komisi III DPR  Supriansa: Kampung Tangguh Narkoba Ide Cerdas Kapolri
Magang di LBH Butta Toa Bantaeng, Mahasiswa STIH Litigasi Jakarta Pusat Terima Sertifikat