Dinilai Tidak Jelas , HPMB Raya Pertanyakan Konsep Satu Guru Satu Inovasi Ala Kadis Pendidikan Bantaeng

Dinilai Tidak Jelas , HPMB Raya Pertanyakan Konsep Satu Guru Satu Inovasi Ala Kadis Pendidikan Bantaeng

BANTENG - Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) Raya turun ke jalan menyuarakan pernyataan sikap untuk mengevaluasi kinerja kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bantaeng.

Diungkapkan, Terdapat dua hal hasil investigasi PC-HPMB Raya yakni terkait perbaikan rumah adat yang terdapat di Kawasan taman mini benteng Somba Opu di Makassar, serta feedback dari inovasi yang dinamai satu Guru Satu Inovasi yang tidak jelas.

"Kami sebagai putra Bantaeng, merasa malu melihat keadaan  rumah adat yang tidak dilestarikan yang berada di kawasan benteng Somba Opu Makassar sebagai ikon budaya kabupaten Bantaeng, Serta mempertanyakan feedback dari Inovasi Satu Guru Satu Inovasi yang tidak jelas tujuan dan manfaatnya terhadap siswa", Teriak Orator HPMB Raya.

Sekitar 20 menit melakukan aksinya di depan Kantor Bupati Bantaeng, HPMB Raya kemudian bergeser ke halaman kantor Dinas Pendidikan Bantaeng.

Kadis pendidikan Bantaeng, Drs.Muhammad Haris, M.Si yang ikut berjalan kaki beriringan dengan peserta aksi  yang berjumlah 15 orang tersebut lalu kemudian mempersilahkan HPMB raya menuju ruang pertemuan untuk melakukan dialog.

Pada kesempatan berdialog, kadis pendidikan memaparkan kalau dirinya dilantik 9 Januari 2020 sebagai kadis pendidikan.

Dimana menurut Dia, Sebelumnya 10 tahun Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng dikendalikan oleh Pelaksana tugas dinas pendidikan yang tidak dilatarbelakangi bidang pendidikan sehingga muncul persoalan-persoalan yang tidak bisa keluar dari zona yang tidak nyaman.

Melihat berbagai persoalan di Dinas Pendidikan, Kadis pendidikan mengatakan melakukan pemantauan tentang catatan-catatan guru yang dipandu oleh komunitas guru mengajar yang beranggotakan sekitar 70 orang.

"Inilah yang melakukan pendampingan apa tindakan guru guru tersebut, jika ada yang dinilai berhasil maka itu yang dimasukkan menjadi sebuah inovasi", Kata Kadis Pendidikan.

Dia juga menjelaskan, Dinas pendidikan melaksanakan kerjasama dengan organisasi penggiat pendidikan non pemerintah.

"Alasannya, Bantaeng butuh pressure terkait profesionalisme guru karena kompetensi guru kami rendah sehingga butuh kapasitas dan kapabilitas guru sebagai pendidik", Ungkapnya

"Kita menghadirkan virtual terjadwal terhadap guru untuk menyuguhkan materi dan pola mengajar", Sambutannya

Hal ini dipertanyakan mahasiswa yang dinilai berbelit belit dan tidak substansial yang hanya menjelaskan tentang bagaimana guru berada pada zona nyamannya.

Kadis menjawab bahwa Inovasi yang dilakukan terkait pembelajaran, Dalam proses pembelajaran terdapat penugasan, media, dan alat peraga, inilah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran ada yang tidak terjaoer karena ada berkemampuan murid diatas dan ada yang berkemampuan dibawah rata-rata.

Terkait dengan rumah adat yang ada di benteng Somba Opu Makassar, Kadis pendidikan Bantaeng mengakui, sejak menjadi kepala dinas pernah mengatakan pada Kabid budaya kalau miniatur rumah adat di Makassar sangat memalukan karena sudah rusak dari tahun 2015 hingga saat ini termasuk Gasebo yang biasa anak anak melakukan atraksi sudah berantakan.

"Lalu Kabid budaya mencoba membuat RAB nya dengan hitungan anggaran dengan nilai yang dicantumkan sebanyak 876.212.000 rupiah", Urai kadis

"Saya sangat mengerti, bagaimana perasaan kita, jika orang bertanya siapa yang punya miniatur Rumah adat tersebut, maka kita malu kalau dijawab Bantaeng punya", Jelas Kadis

Kadis menyambung pernyataannya bahwa dengan alasan tersebut, dirinya mempressure Kabid budaya untuk membuat RAB nya, Namun di 2020 terdapat persoalan Covid - 19 yang memaksa dilakukan refocusing anggaran.

"Jadi saya sampaikan pada Kabid budaya, itu miniatur makin lama makin hancur, dan memasukkan kembali RAB pada pengelola anggaran, dan ternyata 2021 terjadi 4 kali refocuding anggaran, " Ungkap Dia

Dirinya juga mengakui telah meminta jika anggaran sebesar itu tidak tersedia, maka dilakukan pekerjaan yang disesuaikan, minimal dengan mengganti atapnya saja dulu.

"Maka kita kembali memasukkan pada anggaran perubahan tahun 2021", Tandasnya.(*)

Bantaeng Sul-sel
Ryawan Saiyed

Ryawan Saiyed

Previous Article

Sang 'Jenderal' Lapangan itu Kini Meraih...

Next Article

Polres Bantaeng Amankan 8 Orang dan 41 Motor...

Related Posts