Miris, Indikasi Tutupi Kesalahan, Kades Pattallassang Bantaeng Niat Sogok LSM

Miris, Indikasi Tutupi Kesalahan, Kades Pattallassang Bantaeng Niat Sogok LSM

BANTAENG - Kepala Desa Pattallassang, Subhan, dinilai berupaya menyogok salah Seorang NGO yakni ketua DPC LSM pemuda LIRA Kabupaten Bantaeng.

Yusdanar Hakim alias Danar Ketua DPC LSM pemuda LIRA ini mengakui dirinya diiming-imingi uang dan proyek dari kepala Desa pattallassang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Danar mengatakan indikasi penyogokan itu semenjak dirinya mengkaji adanya pelanggaran aturan atas pembelian tanah dengan menggunakan Alokasi Dana Desa ADD atau Dana Desa DD senilai 150 juta.

Geganjilan lainnya menurut Danar, dari angka 150 juta tadi yang diterima oleh pemilik lahan (Tanah) hanya menerima pembayaran 110 juta, terdapat pemotongan 40 juta.

Hal ini juga dikatakan Danar, Pemilik lahan mempertanyaan adanya pemotongan tersebut. 

"Pertama karena pembelian tanah oleh kepala Desa pattallassang tidak sesuai dengan peraturan menteri kemendes nomor 19 tahun 2017 tentang penetapan penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2018, Kata Danar 

Menurut Danar, tidak terdapat aturan atau regulasi yang mengatur untuk pembelian tanah menggunakan Anggaran atau Alokasi Dana Desa yang bersumber dari APBN. Dia juga memaparkan terdapat adanya ketentuan penggunaan penggunaan Alokasi Dana Desa dalam peraturan Bupati Nomor 2 Tahun 2018 tentang tata cara pengalokasian penyaluran penggunaan pemantauan dan evaluasi Alokasi Dana Desa Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaran 2018.

"Dengan alasan tersebut kami laporkan di Kejaksaan negeri Bantaeng", Jelas Danar sambil memperlihatkan bukti penerimaan laporan, Kamis, 29 Juni 2021.

"Kami melaporkan termasuk kejanggalan adanya pemotongan harga tanah secara sepihak senilai 40 Juta dari nilai 150 juta menjadi 110 juta" Ungkap danar.

Lebih Lanjut, Danar mengatakan bahwa dugaan terjadi kesalahan yang dilakukan oleh kepala Desa Pattallassang dikuatkan dengan upaya menyogok dirinya dan disusul menawarkan kerja proyek untuk menutup permasalahan, namun ditolak karena Danar beralasan memperjuangkan hak warga.

"Kami lampirkan di surat pelaporan dalam bentuk screenshot percakapan saya dengan pak Desa Pattallassang", Ungkapnya. 

"Bisa jadi pada proyek lainnya di Desa Pattallassang yakni pengandaan lahan obyek wisata kolam ikan duyung yang menggunakan anggaran lebih dari 400 juta itu juga terdapat pelanggaran yang telah dilaporkan oleh LSM adanya kejanggalan pada penggunaan anggaran dimana dari nilai 400 juta lebih, yang masuk ke penggunaan fisik hanya 100 an juta karena digunakan pada proses lainnya termasuk biaya perencanaan, hal ini juga telah diakui kepala desa pattallassang pada salah satu media online", Urai Danar.

Danar juga mempertegas bahwa pernyataan kementerian desa yang dikutip dari media detik.com kalau jelas jelas dilarang menggunakan Alokasi Dana Desa untuk pembelian tanah.

"Dengan laporan ini juga merupakan sebuah pertaruhan integritas pihak Kejaksaan negeri Bantaeng apakah laporan kami ditindaklanjuti atau tidak", Terang Danar  

Danar kembali menyentil pertemuan ngopi hingga larut malam antara sejumlah kepala Desa dengan Kasi Intel Kejari Bantaeng.

"Jika laporan ini ditindak lanjuti tentu ini adalah jawaban apakah dugaan ada U dibalik B  yang membuat sejumlah laporan kepala desa yang masuk ke meja Kejari Bantaeng tidak di peti eskan", Ujar Danar

Danar juga menantang Komisi kejaksaan RI atau bidang pengawas di kejaksaan tinggi untuk hadir di Bantaeng meneliti apa yang menjadi indikator sehingga secara etika profesi seorang jaksa berlama-lama ngopi dengan pengelola anggaran yakni Kades sampai 12.00 WITA, waktu tersebut dibuktikan dari spesifikasi foto saat masih berlangsung acara ngopi bareng menunjukkan waktu, 23:33 WITA

"Ini sebuah penegasan adanya hal yang tidak etis yang dilakukan kasi Intel Kejari Bantaeng vviralnya ngopi bareng hingga larut malam", Jelas Danar.(*)

Bantaeng Sul-sel
Ryawan Saiyed

Ryawan Saiyed

Previous Article

Kapolri: Peran Buruh Sangat Diperlukan Untuk...

Next Article

Pimpin Coffee Morning, Sekprov Sulse Ingatkan...

Related Posts