Pilkades Serentak di Bantaeng Resmi Ditunda

Pilkades Serentak di Bantaeng Resmi Ditunda

BANTAENG - Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Bantaeng resmi ditunda, hal ini terkuak dalam agenda pembahasan dengan pihak terkait antara legislatif dan eksekutif diruang komisi A DPRD Kabupaten Bantaeng, Jalan Andi Mannappiang, Bantaeng Sulawesi Selatan, Jum'at, (20/8/2021).

"Pertemuan tersebut membahas perubahan atas keputusan Bupati Bantaeng nomor 140/338/VI/2021tentang penetapan hari dan lokasi serta jadwal pelaksanaan tahapan pemungutan suara pemilihan kepala desa serentak dengan sistem e-voting tahun 2021 di Kabupaten Bantaeng", Ungkap Muh.Azwar, SH, Kabag Hukum Pemkab Bantaeng yang juga menghadiri pembahasan tersebut.

Hal ini juga dijelaskan oleh Asisten 1 Bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat.H.Hartawan Zainuddin, SH, MH. Dia mengatakan bahwa alasan ditundanya pemilihan kepala Desa atas pertimbangan, bahwa dengan diberlakukannya perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan surat penyampaian Menteri dalam Negeri Republik Indonesia. 

"Ada beberapa agenda yang masuk poin penundaan seperti pemaparan visi misi dalam pencabutan nomor urut, pelaksanaan pemungutan suara dan kampanye, jadi tidak distop hanya ditunda sampai melihat kondisi yang memungkinkan", Jelas H.Hartawan Zainuddin.

Berhasil dihimpun, Surat edaran Mendagri tersebut dengan Nomor 141/4251/SJ tanggal 9 Agustus 2001 perihal penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak dan pemilihan antar waktu (PAW) pada masa pandemi covid 19. 

Dimana surat edaran tersebut ditujukan kepada bupati/walikota terkait pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak dan pemilihan antar waktu.

"Maka keputusan Bupati Bantaeng nomor 140/338/VI/2021 tanggal 11 Juni 2021 tentang penetapan hari dan lokasi serta jadwal pelaksanaan tahapan pemungutan suara pemilihan kepala desa serentak dengan sistem e-voting tahun 2001 di Kabupaten Bantaeng perlu dilakukan penyesuaian", dikutip dari penjelasan Kabag Hukum, Muh. Azwar, SH, yang juga selaku sekretaris panitia pemilihan kepala desa tingkat kabupaten.

Dijelaskan, Dengan pertimbangan tersebut diputuskan mengubah keputusan Bupati Bantaeng nomor 140/338/VI/2021 tentang penetapan hari dan lokasi jadwal pelaksanaan tahap pemungutan suara pemilihan kepala desa e-voting 2021 di Kabupaten Bantaeng di mana pelaksanaan pemungutan suara pemilihan kepala desa serentak dengan sistem e-voting yang seyogyanya dilaksanakan pada tanggal 29 September 2021 ditunda hingga diatas tanggal 9 Oktober terhitung dari tanggal dikeluarkannya surat edaran Menteri Dalam Negeri tanggal 9 Agustus 2021 dengan Estimasi waktu 2 bulan kedepan dengan dilakukannya penundaan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Tercatat, Terdapat 9 (Sembilan) Desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak yakni, Desa Ulugalung, Desa Barua, Desa Pattaneteang, Desa Bonto Tallasa, Desa Bonto Marannu, Desa Bonto cinbe, Desa Rappoa, Desa Pajukukang dan Desa Batu Karaeng.

"Jadi Keputusan Bupati tersebut dikeluarkan dengan landasan Surat edaran Menteri dalam Negeri Republik Indonesia nomor 141/4251/SJ pertanggal 9 Agustus 2021 tentang penundaan pelaksanaan pilkades serentak dan pemilihan antar waktu dalam kurung pada masa pandemi covid 19, Hal ini sebagai tindak lanjut arahan presiden Republik Indonesia terkait dengan angka penyebaran covid-19 yang meningkat secara nasional akibat adanya varian delta", Jelas Kabag Hukum.

Sementara dari legislatif, Anggota DPRD kabupaten Bantaeng dari fraksi PKS, Abdul Rahman Tompo, pada media ini juga menyampaikan alasan yang sama bahwa penundaan karena adanya surat edaran menteri dalam negeri republik Indonesia.

"Berkenaan dengan hal tersebut maka diminta untuk dilakukan penundaan pelaksanaan tahapan pemilihan kepala desa serentak maupun pemilihan antar waktu yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti pengambilan nomor urut kampanye calon dan pemungutan suara dalam rentang waktu 2 bulan kedepan", kata Abd Rahman Tompo, yang sekaligus menjabat ketua badan kehormatan DPRD kabupaten Bantaeng.

"Kendati adanya penundaan yang dilakukan namun tidak membatalkan tahapan yang telah dilaksanakan sebelumnya", Pungkas And Rahman Tompo.(*)

(RYAWAN)

Bantaeng Sul-sel
Ryawan Saiyed

Ryawan Saiyed

Previous Article

Bupati Bantaeng 'Intip' Orang Lagi Sunat

Next Article

Sang 'Jenderal' Lapangan itu Kini Meraih...

Related Posts